Kementerian Kesehatan RI buka suara terkait kabar pasien meninggal dunia akibat hantavirus di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Kemenkes memastikan kasus itu tidak berkaitan dengan laporan kontak erat hantavirus dari kapal pesiar mewah MV Hondius yang kini tengah dipantau di RSPI Sulianti Saroso. Kasus kematian di Bandung terjadi pada 2025 dan berasal dari tipe virus berbeda dengan yang ditemukan pada kapal pesiar tersebut. Hantavirus sebenarnya bukan virus baru di Indonesia. Virus ini sudah ditemukan sejak 1991. Tipe hantavirus di Indonesia adalah HFRS, bukan HPS yang dikaitkan dengan kasus di kapal MV Hondius. Hewan pembawa HFRS umumnya adalah tikus got. Gejala HFRS meliputi demam, sakit kepala, nyeri badan, lemas, hingga ikterik atau kondisi tubuh menguning akibat gangguan hati. Masa inkubasi penyakit ini berkisar satu hingga dua minggu, dengan tingkat kematian sekitar 5% sampai 15%. ( tbu )



