Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo optimistis rupiah akan kembali stabil pada Juni, dan terus mencatatkan penguatan pada Juli dan Agustus mendatang. Optimisme itu terjadi lantaran adanya langkah penguatan otoritas moneter ke instrumen SRBI yang mendukung masuknya aliran modal asing ke pasar keuangan domestik dan menopang stabilitas rupiah. Perry mengklaim, pelemahan rupiah yang terjadi belakangan ini lebih dipengaruhi oleh faktor eksternal, termasuk tekanan musiman permintaan valas domestik. Dengan kata lain, jatuhnya mata uang Garuda tersebut bukan karena lemahnya fundamental ekonomi dalam negeri. Ia bahkan menilai rupiah saat ini tergolong masih undervalued. ( tbu )



