Sejumlah ekonom memprediksi kebutuhan dana kompensasi energi yang mesti dibayarkan pemerintah kepada Pertamina untuk mengompensasi harga bensin nonsubsidi Pertamax RON 92 mencapai 2,8 triliun rupiah per bulan. Perhitungan itu didapatkan dengan mengalkulasikan penjualan Pertamax sekitar 20 ribu kiloliter per hari dan harga keekonomian Pertamax yang sudah menembus 17 ribu rupiah per liter. Rerata harga jual Pertamax di SPBU Pertamina, masih ditahan di 12 ribu rupiah per liter sejak bulan lalu dengan alasan untuk meredam potensi munculnya beban tambahan bagi masyarakat. ( MIS )



