Pelemahan rupiah berdampak pada produsen serat dan benang filamen

Pelemahan nilai tukar rupiah yang menyentuh level terendah dalam sejarah mulai memberi tekanan terhadap industri tekstil nasional. Kenaikan biaya impor bahan baku membuat produsen serat dan benang filamen menghadapi lonjakan biaya produksi ditengah kenaikan harga minyak dunia. Kenaikan harga dipastikan terjadi terutama pada produk polyester. Kondisi ini dipicu oleh tingginya ketergantungan industri terhadap bahan baku impor seperti mono ethylene glycol dan paraxylene. Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia menilai, pelemahan rupiah dan kenaikan harga crude oil menjadi dua tekanan utama yang sedang dihadapi industri hulu tekstil. ( tbu )

Author: Andi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *