Ditengah pelemahan rupiah yang terjun cukup cepat, meningkatnya tensi geopolitik global dan lonjakan harga energi dunia, perekonomian Indonesia dinilai masih cukup resilien. Dalam paparan DBS Research Group, DBS menyebutkan secara keseluruhan, kepercayaan diri pasar domestik masih tinggi walau tingkatnya menurun sejak Maret 2026 akibat perang membuat investor menjadi cemas. Bagi Indonesia, kenaikan harga minyak akibat ketegangan geopolitik memiliki dampak beragam terhadap berbagai sektor industri. Di sektor pertambangan dan energi, perusahaan tambang hulu dinilai akan diuntungkan lantaran dapat meningkatkan produksi ditengah harga komoditas yang lebih tinggi. Sebaliknya industri pengolahan atau smelter menghadapi tekanan akibat kenaikan biaya bahan baku dan energi. ( tbu )



