Nilai tukar rupiah yang terus melemah dan mencetak posisi paling lemah sepanjang masa pada Selasa 12 mei kemarin. Rupiah di pasar spot ditutup anjlok dilevel 17.529 per dolar Amerika. Ini membuat rupiah melemah 0,66% dibanding penutupan hari sebelumnya dan menjadi penutupan terburuk rupiah sepanjang masa. Bahkan pada perdagangan intraday, rupiah sempat menyentuh level 17.535 per dolar pada 14.28 WIB. Menurut Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti, dari sisi eksternal, meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah mendorong kenaikan harga minyak dunia dan memperbesar ketidakpastian pasar keuangan global. Kondisi tersebut turut menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Sementara dari dalam negeri, peningkatan kebutuhan dolar Amerika secara musiman juga turut mendorong tekanan terhadap rupiah. Permintaan valas meningkat antara lain untuk pembayaran utang luar negeri, pembagian dividen perusahaan, serta kebutuhan masyarakat terkait ibadah haji. ( tbu)



