Kinerja industri manufaktur nasional kembali tertekan pada April 2026. Purchasing Managers’ Index PMI manufaktur Indonesia turun ke level 49,1 dari 50,1 pada Maret 2026 dan kembali masuk ke fase kontraksi. Kemenperin mengatakan pelemahan indeks PMI manufaktur dipengaruhi dinamika geopolitik yang memicu gangguan rantai pasok serta kenaikan harga komoditas dan biaya logistik. ( tbu )



