Produsen otomotif Jepang Toyota Motor Corporation mencatatkan penurunan laba sebesar 19% pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2026. Penurunan ini dipicu dampak kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat Donald Trump serta gejolak geopolitik di Timur Tengah. Tercatat, Toyota motor membukukan laba bersih sebesar 3,85 triliun yen, atau turun dibandingkan laba tahun sebelumnya yang hampir 4,8 triliun yen. Toyota juga memperkirakan, laba perusahaan setahun penuh akan turun sekitar seperlima pada tahun fiskal yang baru dimulai. Kenaikan biaya akibat geopolitik disebut menjadi faktor utama yang menekan kinerja perusahaan, meskipun permintaan kendaraan hybrid masih meningkat. ( ben )



