Harga pangan global naik ke level tertinggi dalam lebih dari tiga tahun setelah perang Iran mengganggu rantai pasok dan memunculkan risiko kenaikan biaya belanja konsumen. Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa, FAO, Jumat 8 Mei menyebutkan, harga minyak nabati terdorong naik akibat tingginya biaya energi yang turut meningkatkan permintaan biofuel berbasis komoditas pertanian, seperti tanaman penghasil minyak. Tercatat, Indeks Harga Pangan FAO, yang mengukur perubahan harga komoditas pangan global yang diperdagangkan secara internasional, naik untuk bulan ketiga secara berturut-turut dan di bulan April menjadi 130,7 poin, atau naik 1,6% dibanding bulan Maret. ( ben )



