CEO Chevron Mike Wirth memperingatkan bahwa kekurangan pasokan minyak secara fisik mulai muncul di berbagai belahan dunia menyusul penutupan Selat Hormuz. Selat Hormuz merupakan jalur vital yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak mentah global. Penutupan jalur ini akibat konflik antara Amerika Serikat dan Iran telah mengganggu distribusi energi secara signifikan. Dalam forum yang diselenggarakan Milken Institute, Mike Wirth mengatakan bahwa dampak gangguan pasokan mulai terasa nyata, seiring cadangan minyak yang tersedia di pasar komersial, kapal tanker shadow fleet, serta cadangan strategis negara mulai terkuras. Menurut Mike Wirth, kawasan Asia akan menjadi yang paling terdampak lebih dulu akibat ketergantungannya yang tinggi terhadap minyak dari kawasan Teluk. ( ben )



