Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran memperingatkan Amerika Serikat agar tidak memasuki Selat Hormuz. Peringatan ini muncul setelah Presiden Donald Trump menyatakan rencana untuk membantu kapal-kapal yang terjebak di selat Hormuz akibat konflik antara Amerika Serikat–Israel dan Iran. Dalam pernyataannya, Presiden Trump mengungkapkan, pemerintah Washington akan mulai membantu kapal-kapal yang terblokir di jalur strategis tersebut, meskipun tidak merinci mekanisme operasinya. Saat ini, banyak kapal dan awaknya telah terkunci selama lebih dari dua bulan di selat Hormuz, sehimngga menghadapi kekurangan pasokan makanan dan kebutuhan logistik lainnya. ( ben )



