Danantara Indonesia menyatakan masih mengevaluasi peluang investasi, termasuk di aplikator ojek online, ditengah pernyataan DPR soal pemerintah telah masuk sebagai pemegang saham. Tim Komunikasi Danantara memastikan pihaknya akan disiplin dalam menilai peluang berdasarkan kesesuaian strategis, fundamental, profil risk-return, dan penciptaan nilai jangka panjang, sesuai dengan tahapan investasi yang telah ditetapkan. Dalam audiensi massa buruh di Gedung DPR, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmas mengungkapkan pemerintah telah membeli sebagian saham perusahaan aplikator ojek online melalui Danantara. Menurutnya, masuknya pemerintah sebagai pemegang saham membuka ruang untuk penyesuaian berbagai kebijakan di sektor transportasi online, termasuk terkait besaran komisi yang selama ini menjadi keluhan pengemudi ojol. ( tbu )



