Tekanan terhadap rupiah diprediksi analis akan berlanjut

Tekanan terhadap nilai tukar rupiah diprediksi oleh analis pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi masih akan berlanjut di tengah kuatnya sentimen eksternal, seperti lonjakan harga minyak mentah dunia dan kebijakan suku bunga tinggi yang masih dipertahankan bank sentral Amerika Serikat The Fed. Untuk itu, pemerintah disarankan melakukan moratorium atau menangguhkan sementara program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa atau Kopdes Merah Putih untuk menjaga stabilitas fiskal negara. Ibrahim Assuaibi, menjelaskan, pelemahan nilai tukar rupiah di dorong oleh kenaikan harga minyak mentah global. Lonjakan ini membuat kebutuhan pemerintah untuk membeli minyak dengan dollar Amerika terus meningkat, serta berpotensi menggerus neraca transaksi berjalan, sekaligus memperlebar defisit anggaran, mengingat asumsi harga minyak dalam APBN hanya di kisaran 70 dolar per barrel dan asumsi nilai tukar 16.500 rupiah per dollar amerika. ( ben )

Author: Andi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *