Garuda Indonesia memangkas 128 karyawan pada kuartal satu tahun ini. Perampingan itu berhasil memperbaiki posisi rugi maskapai milik negara tersebut. Pada kuartal itu, GIAA mencatat rugi sebesar 46,48 juta dolar amerika atau sekitar 774,6 miliar rupiah, susut dari rugi periode sama tahun lalu sebesar 79,49 juta dolar amerika atau 1,28 triliun rupiah. GIAA membukukan pendapatan sebesar 762,35 juta dolar amerika pada periode itu, ditopang penerbangan berjadwal 648,1 juta dolar. Adapun, pos penerbangan berjadwal itu naik dari posisi tahun sebelumnya sebesar 603,69 juta dolar. Hanya saja, pos pendapatan dari penerbangan tidak terjadwal susut 34,2% ke level 24,98 juta dolar amerika. Pendapatan lain-lain dari bisnis GIAA menyumbang 89,27 juta. ( bu)



