Otoritas Jasa Keuangan mencatat kinerja intermediasi perbankan masih tumbuh positif hingga Februari, dengan profil risiko yang tetap terjaga. OJK mengatakan, penyaluran kredit perbankan pada Februari tumbuh 9,3% secara tahunan menjadi 8 ribu 559 triliun rupiah. Namun, pertumbuhan kredit itu sedikit melambat dibandingkan Januari 2026 yang mencapai 9,9%. Berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 20,7%. Sementara dari sisi debitur, kredit korporasi tumbuh paling tinggi sebesar 14,7%. Adapun jika ditinjau dari kepemilikan, kredit bank BUMN tumbuh paling tinggi yakni 12,7%. Di sisi pendanaan, dana pihak ketiga juga menunjukkan pertumbuhan solid. Per Februari 2026, DPK tumbuh 13,1% menjadi 10 ribu 102 triliun rupiah. ( MIS )



