Pesona boneka Labubu mulai meredup. Hal ini terlihat dari harga saham Pop Mart International Group, produsen Labubu yang dalam lima hari perdagangan berturut turut anjlok lebih dari 30 persen. Pada rabu 1 April lalu harga sahamnya naik 1,18% namun turun lagi 2,41% di hari kamis. Analis menilai penjualan yang melemah baik di Tiongkok, asal boneka monster itu maupun di pasar global serta tingginya persediaan, menjadi tekanan utama tahun ini. Hingga akhir 2025, rata-rata waktu perputaran stok mencapai 123 hari, naik 21 persen dibanding tahun sebelumnya. Ini mencerminkan ekspansi ke pasar global, namun juga menunjukkan permintaan tidak lagi secepat dulu. ( tbu )




