CEO maskapai Cathay Pacific Airways, Ronald Lam menyatakan, prioritas jangka pendek maskapai asal Hong Kong itu, adalah mempertahankan kapasitas penerbangan. Disebutkan, pemotongan jadwal hanya akan menjadi upaya terakhir, meski konflik di Timur Tengah mendorong harga bahan bakar jet melambung. Sejauh ini, maskapai yang berbasis di Hong Kong tersebut mencatat permintaan meningkat untuk penerbangan jarak jauh ke Amerika Utara, Eropa, dan Australia sejak dimulainya konflik AS-Israel dengan Iran bulan lalu, yang secara signifikan mengurangi lalu lintas melalui Timur Tengah, kata Ronald Lam kepada media. ( ben )



