Uni Eropa dan Australia resmi menyepakati perjanjian perdagangan bebas, sejak tanggal 24 Maret, yang sekaligus mengakhiri hampir satu dekade pembicaraan saat kedua pihak berupaya mempererat hubungan dan menghidupkan kembali tatanan berbasis aturan yang sedang diganggu oleh kebijakan pemerintahan Donald Trump. Kesimpulan negosiasi untuk perjanjian tersebut diumumkan pada hari Selasa pekan lalu, di Canberra, oleh Perdana Menteri Anthony Albanese dan Ursula von der Leyen, eksekutif tertinggi Uni Eropa. Setelah teks tersebut diadopsi oleh Dewan Eropa, rancangan perjanjian perlu ditandatangani oleh kedua pihak dan kemudian diratifikasi oleh masing-masing parlemen agar bisa berlaku efektif, menurut pernyataan dari Komisi Eropa. Kedua pihak juga menandatangani Kemitraan Keamanan dan Pertahanan untuk memfasilitasi kerja sama yang lebih baik dalam manajemen krisis dan tantangan keamanan. Australia dan Uni Eropa tengah berupaya melindungi ekonomi mereka dari program tarif Presiden Donald Trump dan pembatasan Tiongkok, terhadap mineral-mineral penting. ( ben )



