Tekanan inflasi di sektor jasa Jepang kembali menunjukkan penguatan pada Februari 2026. Data terbaru Kamis 26 Maret menunjukkan inflasi jasa korporasi naik 2,7% secara tahunan, menguat dari kenaikan 2,6% pada Januari. Kenaikan ini memperkuat pandangan bank sentral Jepang bahwa pasar tenaga kerja yang ketat mendorong perusahaan untuk meneruskan kenaikan biaya kepada konsumen. Indikator yang digunakan, yakni indeks harga produsen jasa, mencerminkan harga yang dibebankan antarperusahaan untuk layanan jasa. Peningkatan terutama terjadi pada sektor padat karya seperti perhotelan dan konstruksi. Kondisi itu jadi sinyal kekurangan tenaga kerja mulai mendorong kenaikan upah, yang pada akhirnya berdampak pada inflasi sektor jasa. Bank of Japan menegaskan membutuhkan bukti inflasi yang berkelanjutan di level target 2%, yang didorong kenaikan upah dan harga jasa, bukan semata akibat lonjakan biaya bahan baku. ( tbu )




