Emiten Bank Central Asia, BBCA, mencatat kenaikan total frekuensi transaksi sepanjang tahun 2025, menjadi 42 miliar kali transaksi, atau meningkat 17 persen secara tahunan. BBCA mengatakan, pertumbuhan jumlah transaksi tersebut ditopang oleh strategi layanan hybrid banking yang menggabungkan layanan digital dan jaringan fisik. pada 2025 BCA bahkan pernah melayani hingga 300 juta transaksi dalam satu hari. Selain itu, frekuensi transaksi melalui layanan mobile banking dan internet banking BCA juga meningkat 19 persen secara tahunan di sepanjang tahun 2025. Di samping penguatan layanan digital, BCA juga mengembangkan layanan remitansi atau pengiriman uang lintas negara atau remitansi, k dari luar negeri ke Indonesia maupun sebaliknya. ( ben )




