TikTok berterus terang bahwa fitur Direct Message tidak menggunakan enkripsi dari ujung ke ujung atau end to end. Langkah ini agak berbeda dengan sejumlah platform seperti WhatsApp, Instagram, dan Facebook yang telah mengadopsinya sejak lama. Fitur E2EE disebut jadi salah satu upaya keamanan lantaran isi percakapan tidak bisa diintip siapapun termasuk pemilik platform. Hanya pengirim dan penerima pesan yang hanya dapat meluhat isi pesan. Namun diluar jaminan keamanannya, E2EE menyulitkan pihak penegak hukum untuk melihat langsung ke dalam fitur. Ini juga yang menjadi alasan TikTok tidak menggunakan E2EE. Perusahaan mengatakan fitur itu akan mencegah polisi dan tim keamanan membaca pesan langsung jika membutuhkannya. Meski tanpa fitur tersebut, TikTok mengatakan semua DM masih dilindungi upaya keamanan. Yakni dengan enkripsi standar, seperti yang digunakan Gmail. ( tbu )




