PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, TMMIN, meningkatkan kewaspadaan setelah Selat Hormuz resmi ditutup akibat eskalasi perang antara Iran melawan Israel dan Amerika Serikat. Penutupan jalur strategis tersebut dinilai berisiko mengganggu perdagangan global, mengingat, Selat Hormuz merupakan salah satu urat nadi distribusi energi dan logistik dunia. Selat ini menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan menjadi lintasan utama pengiriman minyak mentah serta berbagai komoditas internasional, termasuk kendaraan ekspor dari Indonesia ke kawasan Timur Tengah. Wakil Presiden Direktur TMMIN Bob Azam mengatakan, perusahaan telah menyiapkan langkah mitigasi untuk mengantisipasi potensi gangguan distribusi. Artinya, jika jalur pelayaran terganggu dan proses pengapalan tertunda, kendaraan yang sudah diproduksi akan ditampung sementara di area penyimpanan tambahan. Namun kapasitas tersebut tidak tanpa batas. ( ben )



