UBS menilai kawasan Asia Tenggara kian menonjol sebagai tujuan alternatif bagi investor global di tengah pergeseran arus modal internasional. Head of UBS Global Banking South-East Asia and South Asia Nicolo Magni menilai momentum transaksi dikawasan masih akan terjaga pada 2026. Asia Tenggara semakin dipandang sebagai alternatif strategis bagi investor global, dengan aktivitas pasar modal yang tetap kuat, terutama di sektor healthcare, real estate, dan konsumen. Dari sisi makroekonomi, pertumbuhan ekonomi ASEAN-6 berada dikisaran 4,9% pada 2026. Integrasi kawasan dalam rantai nilai manufaktur global serta besarnya pasar domestik jadi penopang utama kinerja ekonomi.( tbu )



