Exxon Mobil, TotalEnergies, dan Shell termasuk perusahaan energi global yang dinilai paling rentan terhadap gangguan produksi minyak dan gas akibat perang Amerika-Israel dengan Iran. Konflik itu memaksa penutupan sejumlah ladang minyak dan gas di kawasan serta secara efektif menghentikan pengiriman melalui Selat Hormuz jalur vital antara Iran dan Oman yang dilalui tanker minyak mentah, bahan bakar, dan LNG dari produsen utama Timur Tengah menuju pasar global. Sekitar 29% total produksi TotalEnergies berada di Timur Tengah, sementara kawasan tersebut menyumbang sekitar 20% produksi minyak dan gas Exxon serta 20% produksi Shell. Meski risiko gangguan meningkat, lonjakan harga energi berpotensi menopang keuntungan perusahaan. ( tbu )




