Jika dulu jalur kuliah dianggap sebagai tiket masuk ke dunia profesional, hal tersebut kini sudah tak lagi relevan. CEO perusahaan rekrutmen terbesar di dunia, Randstad menegaskan, jalur kuliah tak lagi menjamin pekerjaan terutama ditengah gelombang AI yang semakin menggerus lapangan kerja pekerja kantoran. Jutaan lulusan Gen Z kini menghadapi pengangguran. Sementara banyak milenial mulai menyesali karir yang prospeknya terus menyempit. Sebagai pimpinan Randstad, perusahaan yang menempatkan sekitar 500 ribu pekerja setiap minggu, dia memperingatkan fresh graduate yang berharap mendapatkan pekerjaan kantor nyaman. Peluang justru lebih terbuka di sektor seperti bartender, barista, teknisi bangunan, dan pekerja terampil. Pasar kerja white collar sedang membeku seiring peringatan para pemimpin teknologi bahwa AI kini sudah setara dengan pekerja entry-level dan berpotensi memangkas setengah pekerjaan kantoran pada 2030. ( tbu )




