Ekonom memprediksi invasi Amerika Serikat ke Venezuela berpotensi membuat harga minyak mentah dunia makin melandai. Akan tetapi, turunnya harga minyak global tersebut diprediksi tak serta-merta memberikan keuntungan bagi Indonesia. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede berpendapat melandainya harga minyak berpotensi terjadi lantaran pasokan dari Venezuela bisa menambah stok minyak dunia yang masih kelebihan pasokan. Hal itu bisa saja menguntungkan Indonesia sebab mengurangi biaya impor energi, menahan inflasi, hingga mengurangi beban kompensasi dan subsidi energi. Namun kondisi itu diprediksi turut memberi dampak negatif yakni menekan penerimaan negara dari sektor hulu migas. Selain itu, insentif investasi eksplorasi juga berpotensi turun dan Indonesia bisa makin bergantung dengan pasokan energi impor. ( tbu )




