Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia. PHRI, mengungkap alasan tingkat penghunian kamar atau okupansi hotel di Tanah Air mengalami penurunan hingga lebih dari 30 persen pada momen Natal dan Tahun Baru kemarin. PHRI menyebut momen Nataru kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya lantaran okupansi hanya terjadi satu malam ditanggal 24 Desember kemudian malam tahun baru ditanggal 31 Desember. Asapauan Pada tanggal tersebut, tingkat keterisian kamar hotel bahkan hanya mampu mencapai 70 persen. Padahal pada tahun-tahun sebelumnya bisa mencapai 90 persen. Di sisi lain, PHRI menyebut beberapa faktor pendorong turunnya tingkat okupansi mulai dari cuaca ekstrem di beberapa wilayah, harga tiket libur yang mahal, serta daya beli masyarakat yang belum stabil. ( ben )




