Honda Motor memperpanjang penghentian produksi di tiga pabrik mobilnya di Tiongkok selama dua pekan akibat kelangkaan semikonduktor. Keputusan ini menegaskan masih rapuhnya rantai pasok global yang membebani produsen mobil terbesar kedua di Jepang tersebut. Honda menyatakan, pabrik-pabrik yang dioperasikan bersama Guangzhou Automobile Group semula dijadwalkan kembali beroperasi pada Senin 5 Januari 2026. Namun, jadwal itu ditunda dan produksi baru akan dimulai kembali pada 19 Januari 2026. Gangguan produksi ini terjadi seiring keterlambatan pengiriman chip dari Nexperia, anak usaha asal Belanda milik perusahaan Tiongkok, Wingtech. Keterlambatan itu dalam beberapa bulan terakhir memaksa sejumlah produsen otomotif memangkas output produksi mereka. ( tbu )




