Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menegaskan pintu komunikasi dengan Tiongkok tetap terbuka. Tujuan Tokyo membangun hubungan yang konstruktif dan stabil dengan Beijing tetap konsisten selama dua bulan masa jabatannya. Pernyataan ini muncul ditengah perselisihan yang masih memanas dengan Tiongkok akibat komentarnya terkait Taiwan awal November lalu. Saat itu, Takaichi menyatakan secara teoritis militer Jepang dapat dikerahkan jika Tiongkok menyerang Taiwan. Hal ini memicu reaksi keras dari Beijing, termasuk pembatasan jumlah turis Tiongkok yang bepergian ke Jepang serta kritik publik yang tajam terhadap Takaichi. Mengutip seorang sumber, Beijing telah menginstruksikan biro perjalanan domestik untuk memangkas jumlah kunjungan ke Jepang hingga 60% dari level biasanya. ( tbu )



