Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang mengatakan, konsekuensi saling merusak dari tarif semakin nyata pada tahun 2025. Pernyataan ini diungkapkan dalam pidatonya di “Dialog 1 plus 10” yang dihadiri oleh para pemimpin IMF, Organisasi Perdagangan Dunia, dan Bank Dunia. Tanpa menyebut nama Presiden Trump, pejabat tertinggi kedua Tiongkok itu mengatakan bahwa upaya yang lebih besar diperlukan untuk mereformasi tata kelola ekonomi global akibat hambatan perdagangan. Data perdagangan menunjukkan, surplus perdagangan Tiongkok melampaui 1 triliun dolar amerika untuk pertama kalinya pada bulan November. Hal ini menurut para ekonom terkait dengan tarif Trump yang mengalihkan pengiriman dari ekonomi terbesar kedua di dunia ke pasar lain, dan memberikan tekanan pada sektor manufaktur di negara-negara tersebut. ( tbu )




