Legenda sepak bola Portugal, Cristiano Ronaldo, dikritik dan disebut sebagai bidak politik Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, setelah difoto bersalaman dengan sang pemimpin di Gedung Putih. Pertemuan ini terjadi beberapa hari sebelum sanksi FIFA terhadap Ronaldo dibatalkan, yang memungkinkan bintang Portugal itu tampil di Piala Dunia musim panas mendatang di Amerika Utara. Mantan penyerang Timnas Prancis, Louis Saha, memperingatkan Ronaldo bahwa dengan tampil di samping Trump, ia secara tidak langsung memberikan dukungan pada presiden yang kontroversial tersebut. Saha juga menilai Ronaldo bisa saja meminta presiden Trump untuk mempengaruhi FIFA agar mengurangi masa larangannya. ( ben )




