Pihak berwenang Hong Kong menemukan bahwa kebakaran mematikan dikota itu meluas lebih cepat akibat penggunaan jaring perancah murah dan berkualitas rendah yang lolos dari pengujian pemerintah. Polisi menyatakan jumlah korban tewas kini meningkat menjadi 151 orang. Sampel yang diambil dari area sulit dijangkau di Wang Fuk Court diketahui tidak lulus uji keselamatan, sementara sampel dari lantai bawah memenuhi standar hukum. Setelah topan merusak jaring asli, pihak-pihak yang tengah diselidiki membeli 2300 gulung jaring berkualitas rendah seharga 54 dolar hongkong atau sekitar 115 ribu rupiah per gulung, cukup untuk menutup seluruh delapan gedung. 115 gulung lain yang memenuhi standar tahan api dibeli dengan harga 100 dolar hongkong per gulung dan dipasang di bagian dasar perancah demi melewati pemeriksaan keselamatan. (bisnis-tbu)



