Badan Pusat Statistik melaporkan kinerja ekspor Indonesia pada Oktober 2025 tercatat turun 2,31% secara tahunan, lebih rendah dibanding capaian bulan sebelumnya, yakni tumbuh 11,41%. Kinerja pertumbuhan ekspor Oktober juga di bawah perkiraan pasar sebesar 3,6%. Pada Oktober, secara umum harga komoditas di pasar global bervariasi. Secara bulanan dan tahunan harga naik pada komoditas logam mulia, didorong kenaikan harga emas. Sementara harga komoditas energi turun disebabkan penurunan harga minyak. Perlambatan ekspor dipengaruhi oleh perkembangan di Tiongkok, mitra dagang terbesar Indonesia. Pada Oktober, impor Tiongkok turun 1,1%. Ini menjadi kinerja terlemah sejak Februari. Impor China pun merambat ke komoditas andalan ekspor Indonesia, yaitu batu bara. ( tbu )



