Langkah sejumlah perusahaan jasa konstruksi BUMN Karya fokus pada bisnis inti dan melepas bisnis diluar jasa konstruksi diprediksi bakal membuat peta persaingan jasa konstruksi nasional kian ketat. Hal ini diungkap Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia yang menaungi perusahaan konstruksi swasta skala kecil dan menengah. Menurut Gapensi, kebijakan ini bisa menghasilkan peta persaingan yang lebih proporsional antara BUMN dan swasta. Gapensi mendukung langkah itu, namun dalam praktiknya dilapangan terdapat sejumlah isu besar yang memengaruhi keseimbangan ekosistem konstruksi, terutama bagi kontraktor daerah. Seperti, kebijakan konsolidasi paket Sekolah yang nilainya banyak disatukan jadi paket diatas 1 triliun. Kemudian penunjukan langsung untuk pekerjaan dengan nilai hingga 15 miliar rupiah dan soal gagal bayar atau keterlambatan pembayaran kepada subkon oleh BUMN Karya. ( tbu )




