Peneliti LPEM UI nilai insentif otomotif banyak dinikmati kendaraan listrik impor

Peneliti Senior Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Riyanto menilai, insentif yang diberikan pemerintah untuk otomotif saat ini banyak dinikmati kendaraan listrik impor. Sedangkan kendaraan hybrid yang diproduksi di dalam negeri hanya mendapat insentif 3%. Dia menilai, seharusnya pemerintah perlu menyeimbangkan dukungan terhadap kendaraan hybrid yang memiliki kontribusi signifikan terhadap reduksi emisi dan efisiensi energi. Saat ini insentif untuk HEV belum fair. Padahal insentif kendaraan hybrid menjadi relevan lantaran banyak produsen yang telah merakit model hybrid di dalam negeri. Salah satunya, Honda yang kini merakit HR-V e:HEV pada pabriknya di Karawang, Wuling memproduksi Almaz Hybrid di Bekasi, dan yang terbaru Toyota resmi merakit Veloz Hybrid secara lokal. ( tbu )

Author: Andi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *