Kerugian produsen kendaraan listrik asal Vietnam, VinFast Auto Limited meningkat tajam, seiring biaya ekspansi global yang terus menekan kinerja perusahaan. Produsen mobil terbesar di Vietnam itu mencatatkan kerugian bersih 24 triliun dong Vietnam atau 15,2 triliun rupiah untuk tiga bulan yang berakhir 30 September. Kerugian ini naik 81% dibandingkan periode sama tahun lalu. Total pendapatan VinFast meningkat 47% secara tahunan menjadi 18,1 triliun dong pada kuartal tersebut. Namun lonjakan pemasukan itu belum mampu menutup biaya produksi dan belanja operasional yang semakin besar. Perusahaan terus memperluas pasar, termasuk ke India, tempat VinFast membuka pabrik Agustus lalu dan Indonesia yang pabrik barunya diprediksi beroperasi akhir tahun ini. ( tbu )




