APSyFI nilai produk tekstil masih miliki prospek berkembang

Industri tekstil dan produk tekstil dinilai masih memiliki potensi besar untuk menjadi pusat inovasi dan pertumbuhan global. Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia Redma Gita Wiraswasta menilai potensi itu belum tergarap lantaran kebijakan industri TPT masih dikendalikan oleh birokrasi yang pro impor. Redma menyoroti perlunya pemanfaatan sumber daya manusia dan energi yang melimpah dengan biaya kompetitif. Ia juga menilai bahan baku utama seperti polyester dan rayon sudah tersedia di dalam negeri. Dari sisi efisiensi biaya, industri tekstil Indonesia masih mampu bersaing dengan Vietnam. Namun posisi Indonesia masih tertinggal dari Bangladesh. Tekanan barang impor selama 15 tahun terakhir membuat industri TPT dalam negeri kehilangan ruang untuk berinovasi. ( tbu )

Author: Andi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *