Boeing mendapat persetujuan dari Federal Aviation Administration, FA, untuk meningkatkan produksi pesawat 737 MAX menjadi 42 unit per bulan, setelah sebelumnya dibatasi hanya 38 unit sejak Januari 2024. Langkah ini menjadi dorongan besar bagi upaya Boeing memperbaiki keuangannya dan memulihkan reputasi setelah serangkaian masalah keselamatan dan kualitas produksi. Pembatasan produksi diberlakukan FAA setelah insiden darurat udara yang menimpa Alaska Airlines pada awal 2024. Saat itu, salah satu pesawat 737 MAX 9 ditemukan kehilangan empat baut penting pada penutup pintu darurat, yang menyebabkan lubang besar di badan pesawat pada ketinggian 16.000 kaki. Insiden tersebut memicu penyelidikan luas yang mengungkap celah serius dalam pengawasan dan keselamatan produksi Boeing. ( ben )



