Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa langsung merespons soal permintaan Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan yang memberi sinyal pemerintah untuk memberi tambahan dana ke Indonesia Investment Authority atau INA. Tambahan dana itu ditujukan seperti pemerintah yang menyuntikkan likuiditas kepada Himbara 200 triliun rupiah. Purbaya mengaku itu menjadi masukan yang bagus. Meski demikian, dia menggarisbawahi jika INA yang merupakan lembaga pengelola investasi atau sovereign wealth fund milik Indonesia saat ini dinilai masih cukup banyak memiliki uang nganggur. Dana itu juga hingga saat ini belum dioptimalkan secara maksimal. Bagi Purbaya, jika uang akan di-leverage ke instrumen obligasi dan deposito, akan menjadi hal yang sama dan tak berdampak ke ekonomi. ( tbu )



