Dalam dunia para triliuner dan pemimpin perusahaan besar, keseimbangan antara kerja dan kehidupan pribadi kerap dianggap ilusi. Banyak diantara mereka yang menilai, kesuksesan besar tak bisa dicapai dengan membatasi jam kerja atau memisahkan urusan kantor dan rumah. Pendiri Amazon, Jeff Bezos, menjadi salah satu tokoh yang menolak istilah work-life balance. Bezos mengaku tidak suka kata balance lantaran seolah ada pertukaran antara kerja dan kehidupan. Bezos mengaku lebih suka menyebutnya work-life harmony, lantaran jika bahagia dirumah, pihaknya juga akan lebih baik di tempat kerja dan sebaliknya. Pandangan serupa juga datang dari Satya Nadella, CEO Microsoft, yang percaya bahwa harmoni lebih penting daripada keseimbangan. Sementara Anna Lundstrom, CEO Nespresso UK, menyebut konsep itu sebagai work-life fluidity, lantaran menurutnya pemimpin sulit benar-benar memisahkan keduanya. ( tbu )



