Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, dibawah kepemimpinannya, Kementerian Keuangan akan berupaya untuk mengurangi penerbitan utang pemerintah seoptimal mungkin. Kemenkeu juga akan berupaya memastikan setiap rupiah hasil utang digunakan secara optimal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Langkah pengendalian utang itu diklaim akan dibarengi upaya memperketat efisiensi belanja pemerintah. Purbaya menegaskan akan memotong pos pengeluaran yang tidak produktif tanpa mengganggu program prioritas pemerintah. Adapun total outstanding utang pemerintah pusat mencapai 9 ribu 138 triliun rupiah per Juni 2025. Angka tersebut setara dengan 39,86% terhadap PDB atau hampir mendekati level 40% terhadap PDB, level yang selama ini dijaga oleh pemerintah. ( tbu )




