Amerika Serikat mengerahkan 200 tentara ke Israel untuk mendukung stabilitas Gaza serta memastikan aliran bantuan kemanusiaan usai kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas. Menurut dua pejabat Amerika, tentara Amerika akan tetap berada di Israel dengan tugas mendukung logistik, transportasi, teknik, dan perencanaan. Mereka tidak akan masuk ke Gaza. Tidak ada pasukan darat Amerika serikat di Gaza. Langkah yang dinamakan Civil-Military Coordination Cell ini muncul setelah adanya kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas yang mencakup pembebasan sandera di Gaza serta hampir 2000 warga Palestina yang ditahan sejak 7 Oktober 2023. Gencatan senjata ini akan berlaku dalam 24 jam. Tentara Amerika serikat disebut dapat segera mulai tiba di Israel. ( tbu )




