Rekor harga emas dunia untuk pertama kalinya menembus 4.000 dolar amerika di bursa berjangka untuk periode Desember. Ada peran perusahaan teknologi dan shutdown pemerintah Presiden Amerika Donald Trump di balik itu semua. Perusahaan teknologi yang sahamnya tercatat di Bursa Amerika dapat tekanan setelah sebelumnya berada di fase dorongan seputar AI. Pandangan baru para trader kini mengarah pada booming AI sudah berlebihan dan berpotensi bubble. Indeks saham di Wall Street terakhir kali terseret turun ditengah kabar laporan bahwa margin cloud Oracle yang lebih rendah dari perkiraan banyak pihak. Geopolitik yang terguncang, seperti yang terjadi di Jepang, serta pengumuman perang dagang Donald Trump selaras dengan pergerakan bullish emas lebih dari 50% hanya di tahun ini saja. Bank sentral makin getol berbelanja emas. ( tbu )




