Aktivitas manufaktur Jepang kembali menyusut pada September 2025 dengan laju penurunan tercepat dalam 6 bulan terakhir. Tekanan datang dari pelemahan permintaan di pasar utama seperti Tiongkok serta dampak tarif impor dari Amerika. Berdasarkan survei S and P Global Rabu ini, Purchasing Managers’ Index PMI Manufaktur Jepang turun jadi 48,5 pada September, dari posisi 49,7 pada Agustus. Angka ini masih berada dibawah level 50 yang menandakan kontraksi, sekaligus mencatatkan penurunan paling tajam sejak Maret. Output manufaktur tercatat turun signifikan, seiring merosotnya pesanan baru, termasuk dari pasar ekspor. Permintaan ekspor Jepang memang masih tertekan, meski laju pelemahannya sedikit melambat dibandingkan Agustus. ( tbu )




