Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza mengatakan insentif motor listrik terbaru saat ini masih dalam tahap diskusi dan belum selesai. Pemerintah masih mencari skema baru yang bisa diterima semua pelaku usaha. Salah satu yang jadi pertimbangan adalah pengembangan motor listrik berbasis Lithium Iron Phosphate, saat pemerintah lagi mendorong hilirisasi nikel. Kementerian Perindustrian pernah menjelaskan ada upaya pemberian insentif motor listrik dibagi jadi dua kategori, yaitu motor berbasis baterai Sealed Lead Acid SLA dan lithium. Masing-masing kategori wajib memenuhi TKDN minimal 40% . Sementara insentif yang disiapkan adalah PPN Ditanggung Pemerintah sebesar 6 persen untuk SLA dan 12 persen buat lithium. Namun saat ini masih belum ada keputusan. ( tbu )



