Menkeu Purbaya Kritik Bendahara Negara terdahulu dan Bank Indonesia

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan kritik kepada Bendahara Negara terdahulu dan Bank Indonesia yang turut andil menjadi penyebab lambatnya pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Tudingan itu diutarakan lantaran kedua otoritas fiskal dan moneter negara itu bersekongkol hanya menaruh dana yang cukup besar di bank sentral dengan nilai mencapai sekitar 810 triliun rupiah. Hal tersebut menjadi salah satu penyebab masih lesunya pertumbuhan ekonomi dalam negeri sepanjang semester satu tahun ini. Purbaya lantas mengatakan keringnya finansial di sistem perbankan tersebut turut membuat laju pertumbuhan ekonomi berjalan lambat. Apalagi, BI juga belakangan terlalu sering menerbitkan instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia SRBI. Langkah itu dinilainya justru membuat perbankan ikut menyimpan dana dalam instrumen investasi tersebut, bukan menyalurkan kredit ke sektor riil. ( tbu )

Author: Andi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *