Kementerian ESDM menyebutkan alasan kosongnya pasokan BBM di berbagai SPBU asing dalam beberapa pekan terakhir. Dirjen Migas Laode Sulaeman menjelaskan menipisnya stok BBM pada badan usaha swasta itu terjadi akibat peralihan pengguna BBM subsidi ke BBM non subsidi. Hal itu diungkap setelah pertemuan dengan Pertamina, Shell, BP-AKR, serta Vivo Energy Indonesia. Dia mengklaim ini adalah shifting dari pengguna RON 90 ke RON yang lain. Untuk itu, pemerintah melakukan proses sinkronisasi pasokan BBM. Dalam proses sinkronisasi ini, badan usaha swasta didorong untuk membeli BBM dari Pertamina. (cnbc-tbu)




