Di Amerika Serikat konten mewah mendapat banyak penggemar. Kini banyak gen Z yang berlomba membuat konten-konten mewah di media sosial, padahal kemewahan itu sebetulnya palsu. Jon Morgan, Pendiri Firma Konsultan Bisnis Venture Smarter, mendapatkan cerita semacam itu dari salah satu wirausahawan muda yang dibimbing perusahaannya. Menurut Morgan, ada seorang anak muda 23 tahun yang berkonsultasi bisnis dengan perusahaannya telah menghabiskan 1 setengah tahun membangun persona kemewahan di media sosial. Orang itu membuat konten di media sosial yang seakan-akan menunjukkan dirinya menjalani gaya hidup orang berpenghasilan 8,2 miliar rupiah per tahun. Padahal kenyataannya orang itu tidak memiliki harta sebanyak itu. Orang itu rela memesan satu tiket untuk hadir di klub pantai eksklusif di Miami dengan harga 3,2 juta rupiah untuk satu kali berkunjung. Disana dia bukan menikmati suasana namun mengambil foto dan video dengan berbagai sudut pandang selama 6 jam. ( tbu )




