Himpunan Pengusaha Muda Indonesia atau Hipmi menilai kebijakan deregulasi aturan masih dibutuhkan hingga kini agar dapat berkontribusi positif pada pertumbuhan ekonomi. Sekjen Hipmi Anggawira mengatakan regulasi yang berlapis-lapis membuat biaya usaha membengkak, dengan demikian deregulasi dapat menekan biaya administrasi dan birokrasi. Dia juga meyakini deregulasi mampu mempercepat investasi, izin usaha yang lebih cepat dan kepastian hukum mendorong investasi masuk hingga mendorong efisiensi. Tak hanya itu, persaingan usaha bisa meningkat lantaran tidak ada hambatan regulasi yang bersifat protektif dan diskriminatif. Dia mencontohkan sebelumnya paket kebijakan deregulasi era Presiden Jokowi 2015–2016 memotong banyak prosedur perizinan yang saat itu dipandang dunia usaha cukup efektif dalam meningkatkan peringkat Ease of Doing Business Indonesia. ( tbu )



