Polisi mengungkap adanya grup WhatsApp yang digunakan untuk mengajak ratusan pelajar asal Kabupaten Bogor, Jawa Barat, ikut aksi demo di Jakarta. Para pelajar yang ingin bergabung diklaim diminta membayar 10 ribu rupiah per orang untuk keperluan aksi. Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto, menjelaskan dari hasil pemeriksaan ditemukan ajakan terkoordinasi di dalam grup WhatsApp. Menurut polisi, uang yang dikumpulkan itu diduga digunakan untuk membeli cat dan cat semprot. Hal ini menimbulkan kecurigaan bahwa para pelajar akan melakukan aksi vandalisme di Jakarta. Dari data kepolisian, grup WhatsApp itu beranggotakan 457 orang yang mayoritas merupakan pelajar SMA/SMK sederajat. Dari jumlah itu, 197 pelajar berhasil diamankan saat penyekatan di berbagai titik perbatasan Kabupaten Bogor. ( tbu )



